SELAMAT DATANG
أهلا وسهلا
WELCOME

Sabtu, 27 Agustus 2011

Memaknai Hari Raya : "antara malas dan kesucian"

Si Malin pulang kampung, "mudik" kata orang jawa-berharap berjumpa "amak" sekedar minta maaf dan mencium tangan beliau. mumpung masih hidup, orang tua semata wayang-kalau Ayah sudah lama berpulang ke Rahmatullah. berhubung tiket pesawat harganya sedang "mahal" terpaksa-lah naik Bus sehari semalam dari tanah jawa, mau rasanya memesan tiket jauh-jauh hari namun peruntungan belum terlalu baik tahun ini.
Lama hidup banyak dirasa, jauh berjalan banyak dilihat..tampaklah oleh si Malin di sepanjang jalan banyak spanduk ucapan "Selamat hari raya Idul Fitri" beserta ucapan "mohon maaf lahir dan batin" dari berbagai pihak, ada yang dari Swasta, pemerintah, organisasi, perorangan, pejabat, Politisi maupun Parpol. "wah..meriah juga" ujar si Malin menambah ketidaksabaran si Malin untuk segera sampai ke Kampung halamannya. Tapi ada yang kurang tepat, kata si Malin..walaupun sekolah tidaklah tinggi-tinggi sekali..sedikit banyak si Malin "lai" masih ingat juga pelajaran Bahasa Arab waktu di pesantren dulu. Satu huruf berbeda, bisa jauh maknanya bagai langit dan bumi. Antara Idul Fi "t" ri (dengan huruf "Ta") dan Idul Fi "th" ri (dengan huruf "Tho"). 'Idul Fitri berarti "kembali malas", sedangkan 'Idul Fithri berarti kembali suci. "Mudah-mudahan hanya sekedar salah tulis" ujar si Malin seraya mengatupkan jaketnya. ah masih beberapa jam lagi. Ada-ada saja si Malin ini.

Quantum Ramadhan

Umat Nabi Muhammad memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan umat-umat Nabi terdahulu, diantaranya : umurnya rata-rata pendek (berkisar 60 tahun). Meskipun demikian Allah SWT memberikan mereka kesempatan menyaingi capaian kuantitas amal umat-umat terdahulu dengan suatu lompatan dengan amalan-amalan bernilai Quantum seperti : Dakwah, Jihad, Ramadhan dan Lailatul Qadr.